Selasa, 08 Januari 2008

LEMBAGA BANTUAN HUKUM OIKUMENE

LBH OIKUMENE

KLINIK HUKUM 24 JAM MASALAH ANDA

Jangan biarkan mereka menindas anda

Jangan biarkan hak anda dirampas

Jangan biarkan diri anda tidak nyaman

Jangan biarkan anda dirugikan

Jangan biarkan masalah anda berlarut larut dan menjadi beban pikiran

Buatlah diri anda aman dan dihormati karena diri anda sangat berharga ….!!!!

Demi keadilan

Hubungi kami segera….!!!!

Hp (0815- 85970999)

Kirim masalah Anda, Keluarga dan Perusahaan

Email: lbh_oikumene@yahoo.com

Kami segera membantu Anda

SENYUMAN & KEPUASAN ANDA tujuan kami

Your smile and satisfaction is our goals

Lembaga Bantuan Hukum Oikumene

(LBH OIKUMENE)

Pusat Layanan Bantuan Hukum Kristen/Katolik

Kami Menyediakan layanan jasa konsultasi Hukum khusus dengan ruang lingkup kerja

  1. Perkara Perdata dan Pidana (litigasi)

Civil & Criminal Litigation

  1. Hukum Perusahaan dan Perdagangan

Corporate and Commercial Law

  1. menyelesaikan dan membantu masalah hutang piutang perusahan /pribadi

Debt Recovery & Debts

  1. Hukum Perbankan

Banking Law

  1. Hukum Pasar modal

Capital Market

  1. Masalah warisan

Inheritance case

  1. Kasus/masalah keluarga dan perceraian

Matrimonial case

  1. Kasus/masalah pertanahan dan perumahan

Land Law

  1. Kasus/masalah asuransi, dan Perburuan/ketenagakerjaan.

Insurance Case

  1. Kasus Makpraktek

Malpractice Case

  1. Kasus Perlindungan Konsumen

Consumer protection Case

  1. Legal Drafting dan Legal Opinion

Pembuatan surat perjanjian dan Opini hukum

LBH OIKUMENE memiliki para Advokat dan Konsultan Hukum yang professional serta berpengalaman.

Team Works:

Suntoro

Education : Faculty of Law, Gajah Mada University, Jogjakarta

(Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada – Jogjakarta)

Suhartono

Education : Faculty of Law Gajah Mada University, Jogjakarta

(Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada – Jogjakarta)

Elevo O.S.Kaunang

Education : Faculty of Law ,Sam Ratulangi University, Manado

Faculty of Law University of Indonesia Program Magister, Jakarta

Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi Manado, Fakultas Hukum Universitas Indonesia Program Magister-Salemba Jakarta

Sebayang Mahmud

Education : Faculty of Law, University of Sumatera Utara (USU)

Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara

Data klien/PENANGANAN KASUS

KPUD Depok-sengketa Pilkada Depok-Badrul Kamal/Syihabuddin Ahmad;

F.A.N Perkara Illegal Logging PN sorong

R.K. Tindak Pidana korupsi Kasus L/C Fiktif BNI 46

H.S Tindak Pidana Korupsi PN.Wonosari Jogjakarta

K Melawan PT.Pasific Medan Industri (Ketenagakerjaan)

K Melawan PT.Coca Cola Botling Indonesia (Ketenagakerjaan)

PT. Carana Bunga Persada melawan Pekerja (Ketenagakerjaan)

PT. RETRA melawan pekerja (Ketenagakerjaan)

K Melawan PT.ACA (Kasus Asuransi)

K Melawan PT.VISION INTERPRIMA PICTURE (Ketenagakerjaan)

K Melawan PT.BNI 46 (perdata)

PT. RIZTO Bersaudara melawan PT. Thailindo Bara Pratama

PT. Airindo Sakti melawan beberapa perusahaan (SENGKETA JUAL BELI)

PT. KOBELCO melawan PT.Bank Mandiri (Persero), dll.

LEGAL DUE DILIGENCE

PT.Prahita Titian Nusantara

PT. WISATA TITIAN NUSANTARA

PT. SENTANI GARDEN HOTEL

PT. TURANGGA TITIAN NUSANTARA

PT. MEGA CARGO SERVICES

Office : Jl. Rawajati Timur II No.7 Kalibata-Pancoran Jakarta Selatan 12750

Email lbh_oikumene@yahoo.com

Kami selalu memberikan konsultasi berbeda dan khusus

We always give different and special consultation

ANDALKAN Tuhan Yesus dalam segala hal, undang Tuhan Yesus dalam setiap masalahmu

43 komentar:

__Balad__ mengatakan...

Assalamu'alaikum Wr Wb

Saya Balad (27) mahasiswa Unindra Bimbingan Konseling.

Tadi malam ada suatu kejadian,
entah disebutnya apa, saya di telpon kakak yntyk menjemputnya di sebuah jalan kt janjian, saya berangkat dan lupa membawa dompet, dengan sadar karena jarak tersebut dekat, saya lanjutkan perjalanan.

Arah pulangnya, saya serempetan dengan seorang ibu yg hendak menyeberang.
Posisi:
jarak sata dengan motor depan sekitar 10 m
dengan motor belakang 5 m
kejadian tepat di tengah badan jalan, dan ibu tersebut menabrak tangan kiri saya dari samping.

kita berdua luka sama2 luka gores.
untungnya kakak saya tidak sedikitpun luka. karena motor tidak sempat jatuh.

sekilas kejadian ibu menuntut tidak mau begitu saja selesai, akhirnya saya tawarkan untuk berobat dengan biaya yang saya tanggung. tidak lama keluarga korban berdatangan.
Sambil membersihkan luka ibu dengan alkohol, betadin, kapas dari warung terdekat. Ibu warung menyarankan untuk dibawa ke dokter mengingat ibu korban sering sakit2an.
akhirnya kami berangkat ke seorang bidan terdekat yg direferensikan keluarga korban.

Ibu tersebut berobat disana.

keluarga korban menanyakan bagaimana nanti kalau ada penyakit yang di timbulkan setelah ini.
Saya fikir itu masuk akal. selama tidak ada hubungan dengan luka dari kejadian.

malam itu juga seorang laki2 menelpon saya, bagaimana perihal kejadian tersebut. dan mengajak untuk bertemu dan diselesaikan secara kekeluargaan. dan mengajak bertemu.
padahal saat itu saya pun sedang membersihkan luka dan mengobati luka.

Saya masih tidak jelas mengenai maksud kekeluargaan yang dimaksud bapak itu.

dari awal saya sudah ber iktikad baik, bertanggung jawab.

Apakah masih ada yg kurang..?

pada malam kejadian, seseorang sudah mencari saya, namun tidak bertemu saya,.

Demikian saya ingin tau pendapat dari pakar hukum, untuk menghadapi orang2 seperti ini....?
apabila di kemudian hari masih menjadi ganjalan perkara diantara kami, tentunya saya akan menanyakan ini kembali.


_balad_

petroleumpeter/Petrus Paulus Mbette Suhendro mengatakan...

Salam Damai Kristus,

Saya Petrus (32) mahasiswa UBK dan calon karyawan Stella Maris School.


Saat ini saya menghadapi persoalan pada tempat kerja saya yaitu diminta mengganti secara kolektif dengan karyawan lain atas adanya kehilangan kamera digital. Kamera tersebut milik unit SMA dan dipakai oleh Tim IYPT.

Saya bertindak sebagai orang yang dimintakan mengembalikan alat tersebut pada unit SMA dan sudah saya lakukan dengan mengembalikannya di ruang kepala sekolah sesuai anjuran TU SMA. Dia adalah saksi saat mengembalikan yang saat ini sudah keluar kerja.

Beberapa hari kemudian, barang itu tidak ada di tempat dan isu yang berkembang adalah saya yang mengambilnya. Itikad baiknya adalah mereka di Tim IYPT berpatungan untuk mengganti barang tersebut.

Dikarenakan saya bukan bagian dari tim dan saya hanya menjalankan tugas sebagai bawahan untuk mengembalikan barang tersebut saya tidak bersedia menggantinya.

Posisi saya sekarang saya telah mengajukan surat pengunduran diri ke pihak perusahaan dikarenakan posisi tidak nyaman tersebut dengan ijasah asli saya berada di pihak perusahaan. Apabila dukumen tersebut di kemudian hari tidak dikembalikan dikarenakan permasalahan di atas dan jika permintaan penggantian tetap dimintakan dari pihak perusahaan maka saya mohon bantuan kepada LBH Oikumene dalam pengetahuan hukum.

Sekian dan terima kasih

alex mengatakan...

Salam Sejahtera

Saya alex 25 thn salah satu karyawan di penerbitan buku swasta nasional.

Saya telah bekerja selama 6 thn 5 bln di perusahaan tersebut, dan pada saat ini saya di tawarkan untuk di mutasi ke jakrta ( saat ini saya berada di bandung) tetapi karna tidak ada penyesuaian gaji maka tawaran tersebut tidak saya terima, karna saya ketahui kebutuhan di jakrta itu lebih besar, tetapi pihak perusahaan menyuruh saya untuk membuat surat pengunduran diri.

Hal yang ingin saya tanyakan:
-apakah seharusnya saya membuat surat pengunduran diri tersebut?
-jika saya mengundurkan diri apa hak yg harus saya terima?
-jika saya di PHK apa hak yang harus saya terima?
-salah tidak? jika saya tidak mengembalikan operasional perusahaan ( sepeda motor) jika hak saya belum di berikan?

Selama bekerja di perusahaan saya belum pernah mendapat sangsi dari perusahaan.

Demikianlah surat ini saya buat untuk diketahui, besar harapan saya supaya Saudara dapat membantu saya.

Tuhan Memberkati.

brian lines mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh penulis.
luna mengatakan...

salam sejahtera,

saya mahasiswa 19 tahun di universitas di surabaya

saya ingin konsultasi masalah hukum..

saya mempunyai kakak yang dulu bekerja di salah satu perusahaan swasta di surabaya, namun beliau mengundurkan diri karena dituduh telah menggunakan uang perusahaan padahal beliau tidak pernah dan tidak tahu menahu tentang uang tersebut..beliau dipaksa menandatangani surat pengakuan menggunakan uang perusahaan di atas materai 6000

masalahnya, jika kasus tersebut diproses lewat hukum akankah selesai jika kakak saya melunasi uang yg dituduhkan digunakan oleh beliau??akankah kakak saya aman dari jerat hukum??
tolong tegakkan keadilan...dimana orang yg tidak bersalah jadi korban orang-orang jahat yang memanfaatkan kebaikan orang lain..

trima kasih,

Kolorijot mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh penulis.
Huri mengatakan...

Assalamu'alaikum, saya huri (30) PNS.
adik saya mahasiswa sebuah PTN semester 5, sejak kuliah dari semester 1 sampai semester 5 adik saya selalu dituduh mengambil barang2 yang bukan miliknya, sehingga adik saya merasa tidak betah kuliah ditempat tersebut, sampe2 kami sebagai wali/orang tua pernah dipanggil pihak pendidikan tentang perilaku adik saya, kami dan keluarga setengah tidak percaya karena kebiasaan sehari2 dirumah tidak seperti itu dan dirumah tidak pernah ada kehilangan. bahkan kalo emang terbukti mengambil adik saya akan di DO. sehingga karena rasa penasaran tersebut coba saya cari tahu tentang kronologis kehilangan nya pada orang2 yang merasa dirugikan, alhasil ternyata orang2 yang merasa kehilangan tersebut sedikitpun tidak menuduh adik saya sebagai pelakunya bahkan ada satu tempat yang merasa kehilangan pencurinya itu sudah ketahuan, tetapi pihak kampus tidak tahu menahu karena laporan yang masuknya bahwa adik saya pelaku nya, ga tahu laporan darimana sedangkan tempat2 yang merasa kehilangan saja tidak pernah melaporkan kejadian ini kepada pihak kampus, sehingga kami menyimpulkan pihak kampus dapet info nya dari rekan2 adik saya sendiri. pada semester 3 adik saya sempat nangis2 didepan ortu saya karena merasa tidak nyaman berada dilingkungan kampus, karena selalu mendapa ejekan, hinaan dll, sehingga adik saya tidak memiliki teman. singkat cerita adik saya sempet dikonsultasikan kepada psikolog hasilnya adalah adik saya kurang berinteraksi terhadap lingkungan sosial, dan sekarang adik saya mendapat surat teguran untuk tidak mengikuti perkuliahan selama proses bimbingan konseling, bahkan di anjurkan untuk mengambil cuti 2 semester, sedangkan adik saya sendiri tidak ingin cuti karena ingin menyelesaikan pendidikan yang tinggal tersisa 1 semester lagi. kami merasa di dzolimi dan tidak mendapatkan keadilan kenapa temen2 yang laporan tadi tidak pernah dikonfrontasi dengan adik saya sehingga adik saya yang jadi korban. kira2 bagaimana langkah saya selanjutnya untuk membuktikan adik saya tidak bersalah. terima kasih

kiky mengatakan...

ass.wr.wb

Saya kiki (36) karyawan swastasalah satu perusahaan di jakarta.

sebenarnya ini masalah calon suami saya (ADE) dan keluarganya mengenai suatu warisan.
semenjak meninggalnya ibunya dan disusul ayahnya masalah ini mulai datang mengenai warisan sebuah rumah, dalam kondisi ini ADE merasa dirugikan karena tidak mendapatkan hak atas warisan rumah tersebut dengan alasan yang tidak jelas dalam keluarga tersebut ADE adalah anak bungsu dari keluarga tersebut, para kakaknya meminta dengan paksa bahwa ADE untuk mengalah dan mengiklaskan hak warisan tersebut, sedangkan ADE tidak mau karena dia pun berhak atas warisan tersebut dan atas alasan apa sehingga ADE tidak mendapatkan warisannya. hal inilah yang mempengaruhi tertundanya pernikahan saya dan ADE.

Saya sangat berharap para pakar hukum di LBH OIKUMENE bisa membantu mencarikan solusi yang terbaik dari masalah warisan calon suami saya ini.
sebelumnya saya ucapkan terima kasih banyak atas bantuannya.

kiki,19/03/2010

SOLUSI KEUANGAN mengatakan...

Anak saya,wanita menikah dengan pria dari malaysia desember 2008, dan selama 3bulan baru menunggu menikah adat di malaysia maret 2009. 3bulan itu mereka belum bersatu/terpisah. Setelah menikah mereka tidak bahagia, karena tidak dibiayai dan tidak diperkenan keluar rumah/ hidup bersama mertua di malaysia. Dan yang paling diragukan anak kami adalah bahwa selama ini tidak diberikan visa menetap/temporary resident, hanya diberikan visa turis yang terus menerus diperpanjang, padahal mereka sudah menikah secara hukum. Sekarang anak saya pulang sudah 3bukan bersama kami dan ingin bercerai, apakah prosedurnya mudah untuk bercerai secara hukum? Tks untuk jawaban atas surat kami ini. Gbu.

Aldi mengatakan...

salam sejahtera dalam Yesus.

saya ada masalah hukum perceraian yg saya ingin konsultasikan dgn bapak/ibu jika berkenan. langsung saja ya pak/bu.

saya digugat cerai oleh istri saya. tapi memang saya juga ingin bercerai dgn istri saya dan kami telah berpisah rumah hampir 2 tahun. dia yang mengajukan gugatan tersebut dikarenakan saya ada kesulitan keuangan utk biaya mengajukan gugatan cerai tersebut.

didalam gugatan tersebut dia menuntut hak asuh kedua anak kami(7 dan 13 thn)
dan tuntutan biaya pendidikan dan hidup kedua anak kami sebesar 5 juta/bulan, yang mana saya tidak mungkin dapat memenuhinya dikarenakan gaji saya skrg saja tidak mencapai angka tersebut.

sekarang ini kedua anak kami tinggal bersama istri saya dan saya membayar uang sekolah kedua anak saya setiap bulannya.

dikarenakan saya tdk mampu utk membayar jasa pengacara, maka saya berencana utk menghadiri sidang sendiri atau tdk hadir sama sekali,mengingat waktu yang dibutuhkan cukup banyak sedangkan saya hanya pegawai rendahan yang tidak mungkin absen berlebihan (sedangkan istri saya memakai jasa pengacara)

yang ingin saya tanyakan kepada bapak/ibu adalah:

- apabila saya tidak menghadiri sidang (PN) sama sekali, apa dampaknya?
- jika karena saya tidak hadir maka tuntutan hak asuh dan uang tunjangan perbulan dikabulkan lalu pada praktiknya saya tidak dapat memenuhi uang tunjangan tersebut, apa konsekuensinya utk saya? apakah saya melanggar hukum pidana karena tidak dapat memenuhi kewajiban saya atas tunjangan yang telah diputuskan oleh pengadilan tersebut?

sekian dulu pertanyaan saya, apabila saya ada pertanyaan lain akan saya sampaikan kemudian apabila bapak/ibu berkenan. saya mohon jawaban bapak/ibu segera mengingat tanggal sidang yang sudah dekat. sebelum dan sesudahnya saya ucapkan banyak terima kasih.

devie mengatakan...

Assalamu'alaikum Wr Wb

saat ini saya mempunyai masalah hutang piutang dengan rentenir.awalnya orang tua saya yang meminjam uang untuk modal usaha,dengan perjanjian 10% dari pinjaman.kejadian ini dari tahun 2002.saat itu usaha yang di kelolah orang tua saya berjalan dengan lancar sampai bisa memberikan sesuai perjanjian.
tahun 2005 orang tua saya tertipu dengan temannya karena pada saat itu orang tua saya percayakan semuanya dengan temannya.dari saat itu orang tua saya meminjam uang kebeberapa orang untuk bayar keuntungan dari pinjaman.padahal saat pinjam pun mengunakan keuntungan sama seperti pinjaman awal.

dalam sebulan orang tua saya membayar keuntungan bisa hampir 15 juta.itu berjalan sampai 3 tahun.di tahun 2008 usaha saya sudah tidak berjalan dengan baik lagi,tapi orang-orang tersebut tidak mau mengerti dengan keadaan orang tua saya. sampai suatu hari saya beranikan diri tuk meminta ke mereka semua kalau saya sudah tidak bisa memberikan keuntungan lagi,awalnya mereka tidak ada yang mau mengerti,akhirnya sih mereka mengerti juga.tapi mereka meminta di bayarkan uang pokoknya dengan cara semau orang itu, saya berpikir dari pada saya bayar terus keuntungannya yang tidak mengurangi pokok pinjaman,akhirnya saya setuju membuat perjanjian bahwa saya akan mencicil walaupun sesuai kemauan mereka.

saya usahakan sesuai perjanjian yang ada,tapi karena usaha orang tua saya sudah benar-benar tidak berjalan lagi,akhirnya jadi ingakari pejanjian tsb.

apa bisa saya membayar dengan cara mencicil sesuai kemampuan saya? dan apakah mereka mau menerima?

apa bisa masalah saya selesai?karena saya sudah capek dengan masalah ini.

jalan keluar seperti apa yang bisa menyelesaikan masalah ini?

saya mohon beri saya petunjuk/cara dan pendapat dari para pakar-pakar hukum agar saya bisa selesaikan masalah ini.terima kasih

ismi mengatakan...

Assalamu'alaikum Wr Wb

Saya ismi (27)legal staf.

Kejadian ini dialami oleh salah satu teman dekat saya.

hari jumat tgl 27 agustus sore hari teman saya melahirkan dengan operasi di rumah sakit bersalin di wilayah ciputat. setelah operasi si ibu diberikan bayinya untuk ASI pertama kali. Setelah itu si bayi dibawa oleh suster. Setelah 12jam lamanya si ibu meminta bayi tapi dalam waktu yang cukup lama si bayi tidak kunjung diantar, ternyata yang terjadi adalah di bayi tersiram air panas karena kelalaian seorang suster. kulit punggung sampai paha melepuh kemerah-merahan terbakar. Si ibu hanya bisa menangis dan kecewa atas pelayanan yang tidak profesional.
Si bayi dirujuk ke RS Fatmawati untuk dirawat, tetapi karena penuh dirujuklah ke RS Premire Bintaro (dulu namanya RS internasional bintaro) pada hari Sabtu tanggal 28 Agustus.
Awalnya orangtua ingin mengajukan tuntutan melalui jalur hukum, tapi karena suster dan keluarga memohon maaf dan menunjukkan penyesalan atas kelalaian orag tua si bayi dengan kerendahan hati memberikan maaf dengan tuntutan pertanggungjawaban penuh sampai bayi sembuh. Pihak Rumah sakit berjanji akan memenuhi tuntutan itu, dengan diwakili Direktur Rumah sakit segala biaya akan ditanggung oleh rumah sakit namun pihaknya meminta setelah kondisi bayi stabil akan dipindahkan ke RS Fatmawati. namun pihak orang tua menolak karena orang tua ingin pelayanan yang terbaik untuk di bayi dan terutama pertimbangan transport yang lebih deket dengan bintaro.
Saya diminta temen saya mengkonsep sebuah perjanjian agar pihak Rumah Sakit itu memenuhi segala janji dengan hitam diatas putih.
Yang ingin saya tanyakan:
1. dalam penyebutan klausul perjanjian, saya sebutkan kerugian material dan immaterial dimana kerugian mterial mencakup segala biaya RS selama perawatan bayi hingga pemulihan kontrol dokter dll, transport untuk orang tua karena si ibu ingin memberikan ASI kepada si bayi, bertemu bayi setiap saat juga membutuhkan transport. sedangkan kerugian immaterial kan sebenarnya tidak terbayarkan dengan materi apapun, namun kerugian immaterial bisa juga dengan tuntutan ganti rugi uang untuk membayar pengeluaran2 tak terduga yang diakibatkan oleh kejadian itu. bagaimana pendapat anda? berapa besaran tuntutan ganti rugi uang itu sewajarnya, karena pihak orang tua bingung menentukan besarnya (terus terang keadaan ekonomi orang tua juga pas banget jadi untuk pengeluaran tak terduga tidak tau bagaimana meng-covernya kalau tidak diminta kepada pihak RS).
2. Bagaimana solusinya jika pihak RS keberatan dengan tuntutan orang tua, misal ngotot memindahkan si bayi ke RS fatmawati yang mungkin biaya yang harus ditanggung RS tidak sebesar jika si bayi dirawat di RS premire bintaro....padahal kan hak orang tua memilih pelayanan terbaik untu seorang bayi korban kelalaian suster di RS tersebut. Misalnya juga jika RS keberatan dengan tuntutan sejumlah uang ...bagaimana solusinya.

Saya mohon segala masukan dan bantuannya karena terus terang saya prihatin dengan kejadian ini. Kebayang tidak bagiamana perasaan si ibu yang seharusnya ada disamping bayi untuk merawat, menjaga, memberi ASI?bagaimana juga dengan si bayi yang baru berumur 12jam harus menanggung beban derita seperti itu, yang harusnya mendapatkan belaian kehangatan ditengah keluarga, yang harusnya mendapat ASI cukup sekarang harus tengkurap lemah tak berdaya dengan mengandalkan infus lewat plasenta di dalam inkubator....tega kah kita?terbayarkah itu semua dengan sejumlah unag ratusan juta bahkan milyaran......menurut saya hal itu tidak terbayarkan dengan sejumlah materi.

Wassalamu'alaikum Wr Wb

ismi mengatakan...

Assalamu'alaikum Wr Wb

Saya ismi (27)legal staf.

Kejadian ini dialami oleh salah satu teman dekat saya.

hari jumat tgl 27 agustus sore hari teman saya melahirkan dengan operasi di rumah sakit bersalin di wilayah ciputat. setelah operasi si ibu diberikan bayinya untuk ASI pertama kali. Setelah itu si bayi dibawa oleh suster. Setelah 12jam lamanya si ibu meminta bayi tapi dalam waktu yang cukup lama si bayi tidak kunjung diantar, ternyata yang terjadi adalah di bayi tersiram air panas karena kelalaian seorang suster. kulit punggung sampai paha melepuh kemerah-merahan terbakar. Si ibu hanya bisa menangis dan kecewa atas pelayanan yang tidak profesional.
Si bayi dirujuk ke RS Fatmawati untuk dirawat, tetapi karena penuh dirujuklah ke RS Premire Bintaro (dulu namanya RS internasional bintaro) pada hari Sabtu tanggal 28 Agustus.
Awalnya orangtua ingin mengajukan tuntutan melalui jalur hukum, tapi karena suster dan keluarga memohon maaf dan menunjukkan penyesalan atas kelalaian orag tua si bayi dengan kerendahan hati memberikan maaf dengan tuntutan pertanggungjawaban penuh sampai bayi sembuh. Pihak Rumah sakit berjanji akan memenuhi tuntutan itu, dengan diwakili Direktur Rumah sakit segala biaya akan ditanggung oleh rumah sakit namun pihaknya meminta setelah kondisi bayi stabil akan dipindahkan ke RS Fatmawati. namun pihak orang tua menolak karena orang tua ingin pelayanan yang terbaik untuk di bayi dan terutama pertimbangan transport yang lebih deket dengan bintaro.
Saya diminta temen saya mengkonsep sebuah perjanjian agar pihak Rumah Sakit itu memenuhi segala janji dengan hitam diatas putih.
Yang ingin saya tanyakan:
1. dalam penyebutan klausul perjanjian, saya sebutkan kerugian material dan immaterial dimana kerugian mterial mencakup segala biaya RS selama perawatan bayi hingga pemulihan kontrol dokter dll, transport untuk orang tua karena si ibu ingin memberikan ASI kepada si bayi, bertemu bayi setiap saat juga membutuhkan transport. sedangkan kerugian immaterial kan sebenarnya tidak terbayarkan dengan materi apapun, namun kerugian immaterial bisa juga dengan tuntutan ganti rugi uang untuk membayar pengeluaran2 tak terduga yang diakibatkan oleh kejadian itu. bagaimana pendapat anda? berapa besaran tuntutan ganti rugi uang itu sewajarnya, karena pihak orang tua bingung menentukan besarnya (terus terang keadaan ekonomi orang tua juga pas banget jadi untuk pengeluaran tak terduga tidak tau bagaimana meng-covernya kalau tidak diminta kepada pihak RS).
2. Bagaimana solusinya jika pihak RS keberatan dengan tuntutan orang tua, misal ngotot memindahkan si bayi ke RS fatmawati yang mungkin biaya yang harus ditanggung RS tidak sebesar jika si bayi dirawat di RS premire bintaro....padahal kan hak orang tua memilih pelayanan terbaik untu seorang bayi korban kelalaian suster di RS tersebut. Misalnya juga jika RS keberatan dengan tuntutan sejumlah uang ...bagaimana solusinya.

Saya mohon segala masukan dan bantuannya karena terus terang saya prihatin dengan kejadian ini. Kebayang tidak bagiamana perasaan si ibu yang seharusnya ada disamping bayi untuk merawat, menjaga, memberi ASI?bagaimana juga dengan si bayi yang baru berumur 12jam harus menanggung beban derita seperti itu, yang harusnya mendapatkan belaian kehangatan ditengah keluarga, yang harusnya mendapat ASI cukup sekarang harus tengkurap lemah tak berdaya dengan mengandalkan infus lewat plasenta di dalam inkubator....tega kah kita?terbayarkah itu semua dengan sejumlah unag ratusan juta bahkan milyaran......menurut saya hal itu tidak terbayarkan dengan sejumlah materi.

Wassalamu'alaikum Wr Wb

ismi mengatakan...

Assalamu'alaikum Wr Wb

Saya ismi (27)legal staf.

Kejadian ini dialami oleh salah satu teman dekat saya.

hari jumat tgl 27 agustus sore hari teman saya melahirkan dengan operasi di rumah sakit bersalin di wilayah ciputat. setelah operasi si ibu diberikan bayinya untuk ASI pertama kali. Setelah itu si bayi dibawa oleh suster. Setelah 12jam lamanya si ibu meminta bayi tapi dalam waktu yang cukup lama si bayi tidak kunjung diantar, ternyata yang terjadi adalah di bayi tersiram air panas karena kelalaian seorang suster. kulit punggung sampai paha melepuh kemerah-merahan terbakar. Si ibu hanya bisa menangis dan kecewa atas pelayanan yang tidak profesional.
Si bayi dirujuk ke RS Fatmawati untuk dirawat, tetapi karena penuh dirujuklah ke RS Premire Bintaro (dulu namanya RS internasional bintaro) pada hari Sabtu tanggal 28 Agustus.
Awalnya orangtua ingin mengajukan tuntutan melalui jalur hukum, tapi karena suster dan keluarga memohon maaf dan menunjukkan penyesalan atas kelalaian orag tua si bayi dengan kerendahan hati memberikan maaf dengan tuntutan pertanggungjawaban penuh sampai bayi sembuh. Pihak Rumah sakit berjanji akan memenuhi tuntutan itu, dengan diwakili Direktur Rumah sakit segala biaya akan ditanggung oleh rumah sakit namun pihaknya meminta setelah kondisi bayi stabil akan dipindahkan ke RS Fatmawati. namun pihak orang tua menolak karena orang tua ingin pelayanan yang terbaik untuk di bayi dan terutama pertimbangan transport yang lebih deket dengan bintaro.
Saya diminta temen saya mengkonsep sebuah perjanjian agar pihak Rumah Sakit itu memenuhi segala janji dengan hitam diatas putih.
Yang ingin saya tanyakan:
1. dalam penyebutan klausul perjanjian, saya sebutkan kerugian material dan immaterial dimana kerugian mterial mencakup segala biaya RS selama perawatan bayi hingga pemulihan kontrol dokter dll, transport untuk orang tua karena si ibu ingin memberikan ASI kepada si bayi, bertemu bayi setiap saat juga membutuhkan transport. sedangkan kerugian immaterial kan sebenarnya tidak terbayarkan dengan materi apapun, namun kerugian immaterial bisa juga dengan tuntutan ganti rugi uang untuk membayar pengeluaran2 tak terduga yang diakibatkan oleh kejadian itu. bagaimana pendapat anda? berapa besaran tuntutan ganti rugi uang itu sewajarnya, karena pihak orang tua bingung menentukan besarnya (terus terang keadaan ekonomi orang tua juga pas banget jadi untuk pengeluaran tak terduga tidak tau bagaimana meng-covernya kalau tidak diminta kepada pihak RS).
2. Bagaimana solusinya jika pihak RS keberatan dengan tuntutan orang tua, misal ngotot memindahkan si bayi ke RS fatmawati yang mungkin biaya yang harus ditanggung RS tidak sebesar jika si bayi dirawat di RS premire bintaro....padahal kan hak orang tua memilih pelayanan terbaik untu seorang bayi korban kelalaian suster di RS tersebut. Misalnya juga jika RS keberatan dengan tuntutan sejumlah uang ...bagaimana solusinya.

Saya mohon segala masukan dan bantuannya karena terus terang saya prihatin dengan kejadian ini. Kebayang tidak bagiamana perasaan si ibu yang seharusnya ada disamping bayi untuk merawat, menjaga, memberi ASI?bagaimana juga dengan si bayi yang baru berumur 12jam harus menanggung beban derita seperti itu, yang harusnya mendapatkan belaian kehangatan ditengah keluarga, yang harusnya mendapat ASI cukup sekarang harus tengkurap lemah tak berdaya dengan mengandalkan infus lewat plasenta di dalam inkubator....tega kah kita?terbayarkah itu semua dengan sejumlah unag ratusan juta bahkan milyaran......menurut saya hal itu tidak terbayarkan dengan sejumlah materi.

Wassalamu'alaikum Wr Wb

ismi mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh penulis.
ismi mengatakan...

Assalamu'alaikum Wr Wb

Saya ismi (27)legal staf.

Kejadian ini dialami oleh salah satu teman dekat saya.

hari jumat tgl 27 agustus sore hari teman saya melahirkan dengan operasi di rumah sakit bersalin di wilayah ciputat. setelah operasi si ibu diberikan bayinya untuk ASI pertama kali. Setelah itu si bayi dibawa oleh suster. Setelah 12jam lamanya si ibu meminta bayi tapi dalam waktu yang cukup lama si bayi tidak kunjung diantar, ternyata yang terjadi adalah di bayi tersiram air panas karena kelalaian seorang suster. kulit punggung sampai paha melepuh kemerah-merahan terbakar. Si ibu hanya bisa menangis dan kecewa atas pelayanan yang tidak profesional.
Si bayi dirujuk ke RS Fatmawati untuk dirawat, tetapi karena penuh dirujuklah ke RS Premire Bintaro (dulu namanya RS internasional bintaro) pada hari Sabtu tanggal 28 Agustus.
Awalnya orangtua ingin mengajukan tuntutan melalui jalur hukum, tapi karena suster dan keluarga memohon maaf dan menunjukkan penyesalan atas kelalaian orag tua si bayi dengan kerendahan hati memberikan maaf dengan tuntutan pertanggungjawaban penuh sampai bayi sembuh. Pihak Rumah sakit berjanji akan memenuhi tuntutan itu, dengan diwakili Direktur Rumah sakit segala biaya akan ditanggung oleh rumah sakit namun pihaknya meminta setelah kondisi bayi stabil akan dipindahkan ke RS Fatmawati. namun pihak orang tua menolak karena orang tua ingin pelayanan yang terbaik untuk di bayi dan terutama pertimbangan transport yang lebih deket dengan bintaro.

ismi mengatakan...

lanjutan.................

Saya diminta temen saya mengkonsep sebuah perjanjian agar pihak Rumah Sakit itu memenuhi segala janji dengan hitam diatas putih.
Yang ingin saya tanyakan:
1. dalam penyebutan klausul perjanjian, saya sebutkan kerugian material dan immaterial dimana kerugian mterial mencakup segala biaya RS selama perawatan bayi hingga pemulihan kontrol dokter dll, transport untuk orang tua karena si ibu ingin memberikan ASI kepada si bayi, bertemu bayi setiap saat juga membutuhkan transport. sedangkan kerugian immaterial kan sebenarnya tidak terbayarkan dengan materi apapun, namun kerugian immaterial bisa juga dengan tuntutan ganti rugi uang untuk membayar pengeluaran2 tak terduga yang diakibatkan oleh kejadian itu. bagaimana pendapat anda? berapa besaran tuntutan ganti rugi uang itu sewajarnya, karena pihak orang tua bingung menentukan besarnya (terus terang keadaan ekonomi orang tua juga pas banget jadi untuk pengeluaran tak terduga tidak tau bagaimana meng-covernya kalau tidak diminta kepada pihak RS).
2. Bagaimana solusinya jika pihak RS keberatan dengan tuntutan orang tua, misal ngotot memindahkan si bayi ke RS fatmawati yang mungkin biaya yang harus ditanggung RS tidak sebesar jika si bayi dirawat di RS premire bintaro....padahal kan hak orang tua memilih pelayanan terbaik untu seorang bayi korban kelalaian suster di RS tersebut. Misalnya juga jika RS keberatan dengan tuntutan sejumlah uang ...bagaimana solusinya.

Saya mohon segala masukan dan bantuannya karena terus terang saya prihatin dengan kejadian ini. Kebayang tidak bagiamana perasaan si ibu yang seharusnya ada disamping bayi untuk merawat, menjaga, memberi ASI?bagaimana juga dengan si bayi yang baru berumur 12jam harus menanggung beban derita seperti itu, yang harusnya mendapatkan belaian kehangatan ditengah keluarga, yang harusnya mendapat ASI cukup sekarang harus tengkurap lemah tak berdaya dengan mengandalkan infus lewat plasenta di dalam inkubator....tega kah kita?terbayarkah itu semua dengan sejumlah unag ratusan juta bahkan milyaran......menurut saya hal itu tidak terbayarkan dengan sejumlah materi.

Wassalamu'alaikum Wr Wb

Walijan mengatakan...

Salam Sejahtera, Bapak/ibu yth. saya punya kasus "Pengelapan" dimana pelakunya telah divonis 2 bulan yg lalu, tapi saya masih punya ganjalan didalam masalah Barang Bukti yang baru terungkap dipersidangan, dimana dari BB sebuah mobil Jazz Th 2009 telah berubah menjadi 'Hanya' seperangkap speaker mobil. bisakah saya memperoleh keadilan dalam hal ini ??? Padahal mobil tsb telah disita di kepolisian setempat selama 2 bulan sebagai Barang Bukti. terima kasih

Walijan mengatakan...

Salam Sejahtera, Bapak/ibu yth. saya punya kasus "Pengelapan" dimana pelakunya telah divonis 2 bulan yg lalu, tapi saya masih punya ganjalan didalam masalah Barang Bukti yang baru terungkap dipersidangan, dimana dari BB sebuah mobil Jazz Th 2009 telah berubah menjadi 'Hanya' seperangkap speaker mobil. bisakah saya memperoleh keadilan dalam hal ini ??? Padahal mobil tsb telah disita di kepolisian setempat selama 2 bulan sebagai Barang Bukti. terima kasih

BUBBY mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh penulis.
dinar mengatakan...

Selamat siang,

Saya Siwi (24). Saat ini keluarga saya sedang menghadapi maslah yang sangat pelik. Adik saya (Laki-laki, 19th) pada hari Sabtu 29 Januari 2011 harus ditahan Polda Yogyakarta karena kedapatan membawa narkoba jenis ganja yang sebenarnya bukan milik adik saya.
Kronologisnya sbb:
Pada hari Jumat sore, 28 Jan 2011, ada 2 teman adik saya yang menginap di kos adik saya. Tanpa curiga dan karena berasal dari kampung halaman yang sama, adik saya mengijinkan mereka untuk menginap selama 1 hari. Sabtu pagi sampai siang sekitar jam1 adik saya pergi ke kampus dan meninggalkan mereka berdua di kos. Setelah adik saya pulang, dia diajak oleh salah satu temannya (sebut saja A) untuk pergi ke tempat teman untuk meminjam kartu ATM untuk menerima transferan uang. Tanpa curiga adik saya mau mengantar karena temannya itu tidak tahu daerah Yogya. Sore, sekitar jam 16.30 si A kembali minta diantar ke suatu tempat, yang ternyata mengambil barang haram namun akhirnya tertangkap oleh polisi sore itu. Yang jadi permasalahan adalah ada dua bungkusan yang diambil: shabu dan ganja. Dan si A meminta adik saya untuk menyimpannya di saku jaket. Karena itu, adik saya ditahan dan di BAP dia dijerat dengan pasal 111 (menguasai narkoba) dengan ancaman 4-8 th penjara.

Terus terang, kami buta hukum dan tidak athu langkah apa yang harus kami lakukan. Kami mohon petunjuk untuk menyelesaikan masalah ini. Kami mohom sekali bantuannya.
Terimakasih dan semoga Tuhan memberi berkah pada umat yang menolong umat yang lain yang sedang dalam kesusahan. Amin...

damrincudang mengatakan...

Assalamu'alaikum Wr Wb
Saya adalah korban tabrakan, Saya di tabrak Mobil dari arah belakang Istri Saya meninggal di tempat kejadian. Kejadian ini pada Hari Sabtu, 08 Januari 2011 yang lalu ( Suda 4 bulan). Tapi Proses Hukum sampai sekarang belum ada saya suda bolak balik menanyakan tapi itu trus saja alasan belum ada saksi lah, penabrak belum sembuhlah. Padahal orang yng tabrak saya sekarang suda ada dirumahnya. Saya mohon bantuannya langkah - langkah apa yang Saya harus lakukan untuk menyelesaikan masalah Saya. Terima Kasih banyak atas bantuannya.

damrincudang mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh penulis.
jigijig mengatakan...

Syalom

Perkenalkan Saya Bernadus Kungky
Saya punya Calon Mertua(Rita Anastasia) yg sedang ada masalah,dimana ada seseorang yg sudah dicurigai berbuat pencemaran nama baik dan fitnah [membawa bawa nama calon istri saya(helen ivone) yg mana sebulan lg mau menikah dengan saya /anak dr ibu rita anastasia tersebut]dengan membuat account facebook palsu dengan cara mengetag ke org2 terdekat calon mertua tersebut.
(dalam hal ini sudah 99% org yg melakukan adalah Mrs x tetangga komplek dan pernah berteman,tp krn bukti2 blm kuat jd sampai sekarang penyebaran fitnah tersebut masih didiamkan sambil berupaya melacak sumber IP Adress dari MRs X tersebut.
Link Fb fitnah ada berikut ini:
http://www.facebook.com/profile.php?id=100002278422723

bagaimana mengatasi masalah tersebut,mohon petunjuknya
terimakasih atas segala bantuannya.

Tuhan Memberkati
info.berky@yahoo.co.id

bud mengatakan...

selamat siang.

saya budi(24).

saya mantan pegawai salah satu bank BUMN di indonesia, saya mengikuti jalur rekrutmen ODP/ MT dimana saya menandatangani kontrak perjanjian kerja berikut disertakan dendanya.

setelah penempatan, kemudian saya keluar/resign namun sblm mengundurkan diri saya telah mengadukan beberapa hal kenapa saya tidak cocok di tempat penempatan saya, dan memohon agar dapat dimutasikan, tapi tidak terlalu diperhatikan. dan sudah sekitar 1 bulan lalu ada surat berbentuk penagihan denda.
apakah ada solusinya, karena dendanya cukup tidak masuk akal(diatas 100 juta). namun saya sadari karena saya telah menandatangani kontraknya ditas matrei 6000.

terima kasih.

bud mengatakan...

selamat siang

budi(24)

saya mantan pegawai bank BUMN. setahun yg lalu saya masuk ke bank ini melalui jalur ODP/MT. disini ada perjanjian kontrak kerja yang saya TTD secara sadar berikut dengan berbagai pasal2nya dan denda2 nya.

kemudian setelah training selesai, saya ditempatkan di cabang yg cukup jauh(tapi alasan jarak tidak masalah bagi saya).
kemudian saya telah bekerja di cabang tsb kurang lebih 1 tahun dan saya merasa kurang sesuai, tidak cocok dan juga ada berbagai masalah yg timbul yg menyebabkan saya tidak bertahan disana.

saya pernah mengadukan masalah ini ke divisi sumber daya manusianya dikantor pusat. namun tidak mendapatkan perhatian.
lalu saya berpikir saya masih mempunyai peluang karir, ditempat lain dengan umur saya yg masih produktif daripada saya korbankan dengan setiap hari menahan amarah atau bersabar di cabang saya ditempatkan.

lalu saya mengajukan pengunduran diri, dan sedikit mendapatkan perhatian mereka namun mungkin ini semua sesuai dengan prosedur/sistem dan setElah 2 bulan saya resign baru beberapa minggu terakhir ini saya menerima surat penagihan denda.

saya sadar karena telah menandatangi surat perjanjian kerja.

dan akhirnya sampai sekarang saya bingung apakah saya harus membayar dendanya yg cukup besar(diatas 100 juta) ataukah saya bisa menuntut balik. karena sistem seperti ini bisa sangat merugikan rekan2 saya yg mungkin juga tertekan namun tidak mendapat perhatian oleh divisi sumber daya manusianya..


salam hangat, terima kasih...

inuey mengatakan...

mau tanya dengan masalah saya, mohon pencerahannya. saya perempuan 21 tahun ingin menikah dengan pria dengan perbedaan keyakinan. keinginan saya adalah ikut dengan keyakinan calon suami saya. sejauh ini orang tua tidak setuju, sampai pernah menganiaya saya serta dengan ancaman-ancaman. Pertanyaan saya, bagaimana kekuatan orang tua dlm hal ini, misalnya saya tetap saja mau menikah tanpa mereka setuju, apa yang mereka bisa lakukan, tolong advice nya, terus terang saya dari keluarga broken home, orang tua sudah bercerai, sebelumnya bapak telah menikah sebanyak 4 kali, kemudian pengalaman masa kecil saya juga tidak baik, saya sering dilecehkan secara sexual oleh bapak saya. sekarang setelah bercerai ibu saya yang janda juga tidak menunjukkan contoh yang baik untuk saya, ibu saya menjadi simpanan orang, sering dia mengabaikan saya dan adik saya yang berumur 10 tahun dan membawa masuk laki-laki dalam kamarnya. sekarang saya menemukan laki-laki yang peduli dengan saya dan ingin menikah dengan saya, tiba-tiba orang tua, keluarga yang selama ini tidak perduli semuanya peduli dan mencoba menghalangi saya dengan ancaman pembunuhan segala..apa yang mesti saya lakukan?

silvi gultom mengatakan...

salam damai kristus..
nama saya selvi gultom (28) peg.adm

keluarga saya lagi menghadapi masalah yang sangat berat yang berhubungan dengan hukum.adik saya bernama bonanja gultom seorang mahasiswa di universitas negeri padang ( UNP )di Padang sumatera Barat.pada bulan juli tanggal 05 juli 2011 karena libur semester dia pulang kampung ke kampung kami di siriaon samosir tapanuli utara.baru 1 minggu sampai di kampung dia mendapat sebuah masalah.kejadiannya pada tanggal 15 Juli 2011 adik saya sama mama saya pergi ke ladang rumah ditinggal dalam keadaan kosong.

pada hari itu juga rumah kami dirampok oleh seorang anak kecil yang masih berumur 12 tahun.karena adik saya mau telepon ternyata teleponnya tertinggal di rumah maka dia langsung pulang ke rumah.sesampai di rumah dia melihat rumah sudah diobrak abrik, barang - barang hilang seperti HP adik saya , kalung mama saya, dompet adik saya dan uang mama saya sudah diambil sama pencuri,trus adik saya bertemu anak tersebut di luar depan rumah,trus ditanya apakah dia yang masuk ke rumah dan mengambil barang-barang tersebut,anak itu mengaku dia yang mengambil.trus ditanya sama si bonanja di mana barang tersebut disimpan,anak itu bilang diletak di bawah bambu setelah mereka periksa tetapi barangya tidak ada disana, trus ditanya lagi dimana kamu letak barang itu?dia bilang sudah dikasih ke mamanya trus ditanya mamanya kata mamanya tidak ada sama dia,sampai tiga kali ditanya di berbohong barang itu tidak ada pada tempat yang ditunjuk sehingga membuat adik saya refleks dan emosi sehingga memukul anak tersebut sampai berdarah.

pada hari itu juga mereka di bawa ke kepala desa supaya berdamai tetapi keluarga pencuri itu tidak mau berdamai malah meminta ganti rugi kepada mama saya.karena mama saya tidak mau mengganti sebab barang- barang yang diambil belum dikembalikan.esok harinya keluarga pencuri itu langung melaporkan ke kantor polisi dengan tuduhan penganiayaan dibawah umur.kemudian polisi datang dan menangkap adik saya sampai sekarang masih ditahan di kantor polisi.kita sudah berusaha agar berdamai tetapi keluarganya tidak mau berdamai,beberpa minggu kemudian kita melapor ke kantor polisi tentang perampokan tetapi laporan kita tidak diterima oleh polisi dengan alasan sudah terlambat melapor, karena laporan mereka sudah terlebih dahulu,tetapi kita tidak pernah putus asa kita tetap berusaha sehingga sekarang laporan kita sudah diterima oleh polisi tetapi belum diproses.kasus ini sudah sampai ke kejaksaan tetapi berkasnya ditolak oleh kejaksaan dan dikembalikan ke tahanan / kantor polisi dengan alasan berkas belum lengkap dan bukti - bukti juga belum lengkap sehingga belum layak untuk diproses di pengadilan.jadi sampai sekarang kita disuruh menunggu sampai berkasnya lengkap,tapi masalahnya sekarang adik saya harus kuliah tetapi tidak bisa kuliah lagi karena dia masih ditahan di kantor polisi.oleh sebab itu saya mau bertanya langkah apakah yang harus kami lakukan sekarang ini? karena kami sama sekali tidak mengerti mengenai hukum ( buta tentang hukum )terima kasih Tuhan memberkati.

Mobil Scond Harga Murah Kualitas Terjamin mengatakan...

TOLONG SAYA HARUS BAGAIMANA?

> Ayah saya punya kredit di bank dengan jaminan Asuransi Jiwa
>PENDAHULUAN :
Sekarang ayah saya meninggal 17 Juli 2011 lalu dikarenakan sakit
jantung sempat penanganan 1 minggu di RS.
Saya sudah memberi berita meninggalnya ayah saya melalui lisan maupun
surat kepada pihak bank tempat kredit ayah saya.
>PERMASALAHAN
Piihak Bank meminta saya untuk membayar angsuran kredit tersebut
sampai dengan Cairnya Uang dari Asuransi.
Sedangkan saya tidak sanggup untuk membayarnya dan pihak bank
mengirimkan surat peringatan I sampai dengan surat perihal Somasi dan
Penyerahan ke Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) atau
Pengadilan Negeri Ke Satu (1), yg ditujukan kepada ayah saya, yang
mana rumah ayah saya akan disegel. Padahal Ayah sayakan sudah
meninggal dan pada saat kredit juga sudah ada Asuransi JIWA dan yang
saya nda habis pikir sudah tau orang/ayah meninggal kok disurati.
mohon arahan saya harus bagaimana, karena saya dan ibu tinggal dirumah
yg menjadi jaminan kredit. saya anak tunggal. Trima kasih sebelumnya.

derichs mengatakan...

Salam damai dan sejahtera.

Saya Derichs (45)seorang Professional mohon penjelasan dan keputusan menurut Undang Undang Dasar dan Acara Pidana atau Perdata mengenai Hal pembagian Hak Waris terhadap kepemilikan Satu unit atau petak tanah dan sebuah bangunan yang berdiri diatasnya dimana dan berapa besar hak dari anak Pria dan Wanita katakanlah kami ada 3 orang bersaudara (2 wanita satu laki laki) semua sudah pada menikah dan umur rata rata diatas 70 tahun sebagai catatan dari anak laki laki (paling kecil) baru meninggal tahun lalu dan yang menempati tanah dan bangunan itu tadinya anak laki laki beserta isteri dan anak oleh karena satu hal pindah ketempat lain dan ditempati oleh orang lain demikian mohon bantuan penjelasannya terima kasih

CARI UANG - KAYA RAYA mengatakan...

pada tanggal 28 nop 2011 ayah saya (seorang pensiunan PNS) keluar mengendarai mobil dengan teman saya. kemudian disebuah jalan tiba-tiba mereka di stop oleh beberapa polisi dan meminta beberapa surat (sim & stnk) utk diperiksa. namun tiba-tiba surat-surat tersebut ditahan dengan alasan beberapa kilometer sebelumnya polisi lain melihat teman saya yang se-mobil dengan ayah saya tidak menggunakan sabuk pengaman. padahal sejak naik mobil teman saya selalu memakai sabuk tersebut. lalu terjadi debat mulut. tapi karena surat-surat telah ditahan polisi dan tidak bisa kami ambil. akhirnya ayah dan teman saya menyerah dan di tilang. sesampai di rumah ayah mencertitakan hal itu. tentu saja saya jengkel. bagaimana bisa seorang aparat memaksa seseorang untuk mengakui perbuatan yang tidak dilakukannya dengan cara menyandera surat-surat dan memaksa ayah saya mengaku terhadap pelanggaran yang dituduhkan. jadi pak mohon saran utk tindakan ketidak adilan ini. atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

yong mengatakan...

Salam Nama saya Adi,usaha saya bergerak di bidang supply material proyek,saat ini saya mempunyai piutang yang belum bisa tertagih sekitar 300jutaan,piutang sudah jatuh tempo sekitar 6 bulan lalu,bulan 9 dicicil 50 juta terus sampai sekarang belum ada pembayaran lagi.saya bingung cara menagihnya karena customer selalu mengatakan punya itikad baik untuk membayar,masalahnya mereka tidak bisa kasih kepastian untuk waktu pelunasannya,padahal hampir semua modal saya tersedot di piutang ini.saya sekarang memegang BPKB mobil beserta surat pernyataan bermaterai bahwa BPKB tersebut menjadi jaminan atas hutang mereka.Pertanyaan saya adalah apakah secara hukum perdata saya bisa memaksa mereka untuk segera melunasi hutang mereka?kemudian apakah mobil yang dijadikan jaminan bisa saya sita?kalau bisa bagaimana prosedur hukumnya?dimana saya bisa mendapatkan bantuan hukum dari pengacara secara gratis karena saat ini saya sudah hampir bangkrut karena kasus ini.Mohon bantuannya agar saya bisa menyelesaikan kasus ini secepat mungkin.atas perhatian dan bantuannya saya ucapkan terima kasih.

Sari mengatakan...

Selamat Pagi

Saya Sari (38) Karyawati swasta di Pondok Indah.

Saya dan seorang teman melakukan bisnis kredit barang yang semula kecil-kecilan sampai berkembang, untuk mendukung modal yang kurang, saya melakukan pinjaman kepada orang lain.

Karna di dukung oleh rasa percaya saya kepada teman saya, saya tidak menggunakan kwitansi sebagai bukti pengambilan ataupun penyerahan modal kepada teman saya.

Pengambilan uang/modal hanya di tuliskan di buku catatan kredit, dan di buku tersebut di sebutkan barang yang akan di ambil oleh konsumen dan setiap bulan teman saya menyetorkan setiap cicilan konsumen kepada saya.
Setiap pengambilan dan pernyetoran uang cicilan kredit teman saya selalu memberikan tanda tangan dan menuliskan tanggal pengambilan/penyetoran uang tersebut.

setelah beberapa waktu cicilan tersebut macet, menurut pengakuannya ternyata teman saya mengakui kalau semua modal tidak di putar tetapi di pergunakan untuk kepentingan pribadinya sendiri.

Suami dari teman saya berkeinginan untuk bertanggung jawab tetapi mereka tidak mau menuliskan surat pernyataan/perjanjian apapun di atas materai, dan mereka meminta waktu yg tidak dapat di tentukan untuk menyelesaikannya.

Pertanyaan saya adalah apakah secara hukum perdata saya bisa memaksa mereka untuk segera melunasi hutang mereka?

Demikianlah surat ini saya buat untuk diketahui, besar harapan saya supaya Bapak/Ibu dapat membantu saya.

Saya Ucapkan terima kasih sebelum dan sesudahnya.

budi mengatakan...

saya ingin meminta bantuan, saya mempunyai masalah.
saya seorang duda dgn anak 1 (keiko aurelia).pada hari selasa tgl 24-04-2012 pada pukul 16.00 anak saya yg bernama keiko aurelia di jemput oleh kakek nya dengan alasan ingin di ajak jalan2 oleh ibu nya dan akan di kembalikan pada malam itu juga. tetapi sampai saat ini belum di balikin dan tidak tau keberadaan nya ada dimana.
mohon petunjuk dan bantuan tentang hukum dan hal apa saja yg harus saya lakukan..
saat ini sudah lebih dari 24jam anak saya tidak di kembalikan dan org2 yg mengambilnya sudah saya hubungi dan mereka menjawab tidak tau ada dimana , di bawa oleh ibu anak saya.

mohon bantuan nya karena saat ini saya merasa sangat kehilangan dan rindu dengan anak saya.

Terima Kasih
Yesus memberkati

chekhink mengatakan...

Salam Sejahtera utk kita semua.

Nama saya Setio, apakah konsultasi langsung ke Kantor LBH dimungkinkan.? kalau memungkinkan bagaimana tatacaranya.?

Demikian atas perhatiannya sy sampaikan terimakasih.

suwitoadi mengatakan...

suami saya dtipu oleh makelar proyek, pihak subcon/maincon, jg org" yg mmberi pengerjaan pengurukan PLN. ada kontrak, struk transferan, tanda trima uang oleh makelar&org kantor sjumlah uang. volume pngurukanvmelambung jauh dr volume tertera di kontrak.sdangkan uang yg dpakai mngerjakan adalah modal orang. jd suami saya d tumbalkan oleh org" itu. saya tdk rela anak saya mendrita akibat masalah ini. saya takut putri saya(2thn) akan mengalami trauma. uang itu masuk k proyek, masuk k makelar, org yg mmberi kerja, jg org kantor. tp suamivsaya yg djadikan tumbal. trimakasih atas bantuannya, smoga tuhan mengeksekusi anda semua. kami butuh advokasi agar tdk dtindas.

Subono5758 mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh penulis.
Subono5758 mengatakan...

Sidang Gugatan Cerai Sartini melawan Anastasius Subono

Sidang Gugatan Cerai Sartini melawan Anastasius Subono, Nomor 12/PDA.6/2012 tertanggal 4 September 2012, di Pengadilan Negeri Kota Agung kabupaten Tanggamus,Lampung yang ditangani oleh
Hakim Ketua : Danang Utaryo SH MH
Anggota : Robby Alamsyah SH
Anggota : Tatap Urasima S SH
Panitera : Aris Yulianto
dengan keputusan tanggal 13 November 2012,yang dibacakan, tanpa adanya salinan keputusan pengadilan, adalah tidak valid karena Majelis Hakim membuat keputusan tidak berdasarkan keterangan saksi-saksi dan bukti-bukti.
Saksi Penggugat,
1. Sudarto alias Saijo, ayah penggugat,
2. Kusmin alias Jamil, bayan lokasi ayah penggugat.
3. Warsin,tetangga di kediaman Penggugat dan Tergugat,
4. Haji Samsudin Kepala Desa Margodadi, Ambarawa, Pringsewu
Saksi Tergugat
1. Tunjung Sari, adik kandung Tergugat,
2. Maria Augusta Chrysilla, ponakan Tergugat,
3. Hillary Akin Lang, anak kandung Penggugat dan Tergugat, saksi kunci, namun tidak diijinkan bersaksi melalui Hand Phone, karena sedang menempuh kuliah di STP Malang smester III(tiga) pada bulan Oktober 2012.
Berdasarkan kesaksian keenam saksi tersebut, bahwa keenam saksi tersebut tidak bisa memberi keterangan yang menyatakan bahwa antara Penggugat dan Tergugat terjadi percekcokan dan perselisihan yang terus menerus atau perkara yang mengarah terjadinya perceraian.
Pada tanggal 13 November 2012 Majelis Hakim membuat keputusan, bahwa Gugatan Cerai diterima sebagian, tidak berdasarkan kesaksian keeenam saksi tersebut di persidangan namun berdasarkan gugatan dari Penggugat,

Perkawinan Penggugat dan Tergugat dilaksanaan secara Katolik di Gereja Santa Maria Panutan, Pagelaran, kabupaten Pringsewu, Lampung pada tanggal 2 Januari 1993 dan perkawinan kami membuahkan 3(tiga) anak, yaitu:
1. Hillary Akin Lang, lahir 13 Januari 1994, kuliah smester 3 STP Malang, Jawa Timur.
2. Cellya Laura Akin Lang, lahir 8 November 2000, kelas VII SMP Xaverius Pringsewu.
3. Alberto Alanko Akin Lang, lahir 14 November 2002, kelas V SD N 1 Margodadi, kec. Ambarawa, Pringsewu.
Perkawinan antara Penggugat dan Tergugat tidak terdaftar di Pencatatan Sipil, dan selama dalam kehidupan Rumah Tangga Penggugat dan Tergugat tidak pernah ada tindak KDRT(Kekerasan Dalam Rumah Tangga).

Berdasarkan fakta tersebut berarti sesuatu yang tidak beres terjadi pada oknum PN Kota Agung, kabupaten Tanggamus. Lampung yang diketuai oleh Hakim Ketua yaitu Danang Utaryo SH MH
.


Maka ke mana saya harus menggugat oknum Pengadilan Negeri itu yang nyata-nyata berdasarkan bukti dan keterangan saksi-saksi, telah melanggar hukum.

rizky kenneth mengatakan...

Malam pak..... Saya buta dengan hukum , abang saya kerja di kredit plus finance, Selang 1 th bekerja abang saya ada pakai nama orang kridit elektronik untuk dirix sendiri, Bos nya melapor ke polisi karna alasan konsumen keberatan tapi abang saya bayar cicilan , kenapa abang saya masih di proses Sekarang masih di sel kantor polisi tarakan kalimantan utara. Tolong d bantu pak

abilowo abi mengatakan...

selamat pagi
saya meggadaikan BPKB di BPR Dan sekarang BPKB yang saya jaminkan dikeluarkan(diberikan)kepada orang lain,tanpa pihak BPR konfirmasi saya,,langkah apa yang harus sya lakukan pak,bisa tidak saya laporkan kepolisi lalu dengan laporan apa,,,?trimakasih

achmad qori ridwan jeme manggul mengatakan...

Saya mempunyai kasus penipuan.ada yg menggadaikan mobil 2 dgn saya,dgn harga masing masing 35 juta/mobil.dengan perjanjian hitam diatas putih,dan mobil tersebut cuma ada surat stnk,tanpa bpkb.
Setelah beberapa bulan saya pakai mobil tersebut,mobil saya kena tilang polisi,dan mobil tersebut ternyata masih terkait kreditan dgn dealer.dan mobil tersebut tdk bisa diambil.dan saya mengalami kerugian 70 juta.pertanyaan saya.apa saya bisa teruskan melalu jalur hukum dan pelaku tersebut bisa masukan kejalur hukum?

cisilia kurniawati mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh penulis.
Deliyanti Ho mengatakan...

Selamat pagi pak.
Saya seorang direktur disebuah pt dan kakak saya sebagai komisaris (pt trsb hanya mempunyai 1direktur dan 1komisaris).
pada juli 2012 saya pribadi membeli sebidang tanah atas nama pt (karena pribadi/cv tidak bs membeli tanah).
Saya meminta notaris utk membuatkan surat kuasa supaya saya memiliki hak penuh atas tanah itu terlepas dari sang komisaris karena komisaris memang tidak mengeluarkan uang sepeserpun.
Tggl 29des'13 komisaris dan saya sendiri sudaah menandatangani surat tersebut dihadapan staf notaris (staf notaris trsb teman komisaris).sewaktu saya hendak pulang,saya menanyakan kapan surat trsb selesai,katany paling sebentar saja.paling lama bsk krn harus menunggu tanda tangan notaris..
Karena saya sibuk pd tghl 16januari'14 saya baru menelfon sang staf utk menanyakan kapan bs saya ambil surat trsb dan jawabanny sgt mengejutkan karena dia mengatakan bahwa pd tggl 2januari'14 komisaris yg sdg berada di medan menelfon utk membatalkan surat trsb.
Tanpa mengatakan alasan apapun kepada temanny,hanya mengatakan surat itu dibatalkan saja.
Sekarang komisaris menekan saya terus dan memaksa saya melakukan sesuatu yg sangat tidak saya inginkan.
Saya sgt tertekan pak.itu harta saya satu2ny.hasil kerja keras saya sendiri.hasil keringat saya pak.
Saya merasa prmbatalan sepihak trsb sgt tidak adil karena itu terjd hanya krn mereka memiliki hub teman.
Skrg staf trsb mengatakan kalau komisaris mengatakan iya,baru saya bs mengambil surat trsb.
Apakah perbuatan mrk tdj melanggar hukum pak?
apakah ada solusi saya utk mendapatkan haksaya pak?
terima kasih atas waktu nya